5 cara mengatasi bau tak sedap pada rebung agar enak diolah


5 cara mengatasi bau tak sedap pada rebung agar enak diolah

Foto: shutterstock.com

Brilio.net – Rebung atau rebung kecil sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hiburan Indonesia sejak zaman dahulu. Sayuran ini memiliki tekstur yang renyah dan kaya nutrisi sehingga menjadi favorit dalam berbagai masakan tradisional. Namun salah satu tantangan yang sering dihadapi saat mengolah rebung adalah baunya yang manis dan tidak sedap sehingga dapat merusak cita rasa masakan. Tanpa penanganan yang tepat, bau tidak sedap ini dapat membuat makanan menjadi tidak enak dan dapat mempengaruhi nafsu makan Anda.

Untungnya, ada berbagai cara yang terbukti bisa menghilangkan bau tak sedap pada rebung. Artikel ini akan membahas secara mendalam cara efektif mengolah rebung agar terbebas dari bau tak sedap, sehingga menghasilkan masakan yang lezat dan menarik.

Mengapa rebung berbau tidak sedap?

Pertanyaan yang sering muncul di benak para penggemar memasak adalah mengapa rebung berbau tidak sedap. Bau tak sedap dari rebung mentah sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan alami tanaman bambu. Bau tersebut disebabkan oleh asam sianida (HCN) yang secara alami terdapat pada rebung mentah.



Asam sianida ini tidak hanya menghasilkan bau busuk, namun bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kadar HCN pada rebung bambu hijau bisa mencapai 25-30 mg per 100 gram bahan. Meski terdengar mengkhawatirkan, kadar tersebut dapat diturunkan ke tingkat yang aman dengan pengobatan yang tepat. Itu sebabnya pengolahan rebung tidak hanya penting untuk menghilangkan bau, tapi juga penting untuk keamanan pangan.

5 cara ampuh menghilangkan bau tak sedap pada rebung

Setiap daerah di Indonesia mempunyai kearifan lokal tersendiri dalam mengolah rebung. Berikut 5 cara yang terbukti berhasil menghilangkan bau tak sedap pada rebung, lengkap dengan penjelasan gamblang dan saran praktisnya.


1. Caranya dengan merebusnya dengan air garam.

Cara merebus air garam merupakan cara yang paling populer dan diwariskan secara turun temurun. Teknik ini tidak hanya efektif menghilangkan bau tak sedap, namun mampu menurunkan kadar HCN ke tingkat aman. Air garam membantu menghilangkan senyawa penyebab bau, sedangkan proses perebusan membantu menghilangkan HCN.

Berikut langkah detailnya:

– Potong rebung sesuai kebutuhan resep, usahakan ukuran potongannya sama agar mendapatkan hasil yang benar
– Siapkan panci berisi air, tambahkan 2 sendok makan garam ke dalam 1 liter air
– Rebus rebung selama 15-20 menit dengan api sedang, wajan jangan ditutup agar HCNnya menguap.
– Buang dulu air rebusannya karena mengandung HCN tinggi
– Ulangi kembali proses perebusan dengan air tawar dan garam
– Tiriskan dan bilas dengan air dingin untuk menghentikan proses memasak

Kiat tambahan:
– Tambahkan 2-3 lembar daun salam saat merebus untuk memberikan aroma alami
– Panci jangan ditutup rapat agar gas HCN leluasa keluar
– Gunakan wajan yang cukup besar agar rebung terendam seluruhnya

2. Tenggelam di air putih.

Praktek menyelam di air putih merupakan warisan nenek moyang yang masih dilakukan hingga saat ini. Menjernihkan air tidak hanya efektif menghilangkan bau tak sedap, tetapi juga membantu menjaga tekstur rebung tetap renyah. Cara ini sangat populer di Pulau Jawa dan Sumatera.

Langkah-langkah menyelam:
– Siapkan larutan pemutih encer (1 sendok kapur sirih untuk 500ml air)
– Saring larutan hingga benar-benar jernih
– Rendam potongan bambu dalam larutan tersebut selama 30-45 menit
• Bilas hingga bersih dengan air mengalir hingga benar-benar bersih
– Rebus sedikit dalam air bersih sebelum melanjutkan

Kiat penting:
– Gunakan pemutih yang diformulasikan khusus untuk makanan
– Pastikan untuk mencuci daun bambu hingga benar-benar bersih dari sisa kapur
– Jangan direndam lebih dari 1 jam untuk menghindari tekstur terlalu berat

3. Teknik mengukus dengan daun pisang.

Mengukus dengan daun pisang merupakan cara tradisional yang dapat menjaga nutrisi rebung sekaligus menghilangkan bau tak sedap. Daun pisang sendiri mengandung senyawa alami yang mampu mengurangi bau tidak sedap.

Langkah-langkah mengukus:
– Pilihlah daun pisang yang masih segar dan bersih
– Bungkus potongan bambu dengan daun pisang
– Tambahkan daun pandan dan serai untuk penyedap rasa
– Kukus selama 25-30 menit dengan api sedang
– Buka kemasannya dan cuci dengan air hangat

Keuntungan dari metode ini:
– Nutrisi lebih terjaga dibandingkan dengan direbus
– Aroma rebung menjadi manis
– Bentuk rebung selalu bagus
– Hemat tenaga karena prosesnya singkat

4. Mencampur garam dan cuka.

Cara ini memadukan kekuatan garam dan cuka untuk menghilangkan bau tak sedap sekaligus membersihkan rebung. Asam cuka membantu mempercepat proses pengurangan senyawa penyebab bau.

Langkah-langkah untuk melanjutkan:
– Potong rebung sesuai ukuran yang diinginkan
– Taburi garam secukupnya, diamkan 10 menit
– Tambahkan 2 sendok makan cuka pada setiap 500 gram rebung
– Gosok rebung dengan garam dan cuka
• Bilas hingga bersih dengan air mengalir
– Rebus sebentar sebelum diolah

Kiat untuk memproses:
– Gunakan cuka beras atau cuka sari apel untuk hasil terbaik
– Jangan direndam dalam larutan cuka terlalu lama
– Haluskan hingga benar-benar bersih untuk menghilangkan rasa asam

5. Metode fermentasi alami.

Fermentasi merupakan metode kuno yang tidak hanya menghilangkan bau tidak sedap tetapi juga mengawetkan daun bambu. Proses fermentasi menghasilkan asam laktat yang secara alami dapat mengawetkan rebung.

Proses berkeringat:
– Potong rebung secara merata menjadi potongan-potongan kecil
– Taburkan garam (3% dari berat rebung)
– Tempatkan dalam wadah kedap udara
– Fermentasi selama 3-5 hari pada suhu ruang
Bilas dan rebus sebelum digunakan

Manfaat ragi:
– Umur simpan yang lama
– Menghasilkan probiotik alami
– Rasa yang lebih kompleks
– Dapat disimpan selama beberapa bulan

Tips tambahan dalam mengolah rebung.

Memilih rebung yang tepat.

Memilih bambu berkualitas adalah langkah awal yang sangat penting:
– Pilih rebung muda yang berwarna putih dan kuning
– Pastikan teksturnya masih keras dan segar
– Mencegah rebung menjadi hitam atau berbau terlalu menyengat
– Keluarkan daun bambu yang baru dipetik
– Periksa pondasi, pastikan tidak ada tanda-tanda pembusukan

Perawatan yang benar.

Penyimpanan yang tepat mempengaruhi kualitas rebung:
– Bungkus dengan kertas atau kain lembab
– Simpan dalam wadah berlubang di lemari es
– Gunakan dalam waktu satu minggu
– Jangan mencuci rebung sebelum disimpan
– Periksa secara berkala untuk memastikan tidak ada pembusukan

Kontinuitas tinggi.

Setelah menghilangkan bau tak sedapnya, rebung dapat diolah menjadi berbagai masakan:

Hidangan Sup:
-Kari rebung dengan santan kental
– Sayur lodeh merupakan rebung yang dicampur dengan tempe
-Sup rebung dengan daging sapi
– Daun bambu palembang

Tumis dan Sajikan:
-Tumis rebung bersama udang
– Rebung goreng
– Tumis rebung dengan jamur
– Tutup rebung khusus rebung

Hidangan Saat Ini:
– Salad rebung Asia
– Lumpia rebung yang renyah
– Pizza dengan topping rebung
-Saus pasta rebung

Manfaat Nutrisi Rebung

Setelah diproses dengan benar, rebung mempertahankan berbagai nutrisi penting:

Kandungan Nutrisi per 100g:
– Kalori: 27 kkal
-Protein: 2,6g
– Serat: 2.2g
– Karbohidrat: 5.2g
– Kalium: 533mg
– Vitamin C: 4mg

Manfaat Kesehatan:
– Memperlancar pencernaan
– Rendah kolesterol
– Mengontrol tekanan darah
– Menjaga berat badan
– Meningkatkan imunitas

Kesalahan umum yang harus dihindari.

Beberapa kesalahan umum saat mengolah rebung:
– Lewati proses perebusan awal
– Air rebusannya jangan diganti
– Waktu memasaknya sangat singkat
– Menggunakan sedikit garam
– Tidak dibersihkan secara menyeluruh setelah perawatan pertama
– Jaga agar rebung tetap lembab
– Menggunakan air putih yang sangat pekat

Mengolah rebung memerlukan kesabaran dan ketelitian, namun hasilnya akan sangat memuaskan. Dengan mengikuti detail panduan di atas, proses penghilangan bau rebung dapat dilakukan dengan mudah dan efektif. Yang terpenting adalah jangan mengambil jalan pintas dalam proses pengolahannya, karena setiap langkah memiliki fungsi penting untuk menghasilkan rebung yang tidak hanya enak namun aman untuk dikonsumsi.

Timbul pertanyaan mengenai pengolahan rebung

Apakah rebung bisa langsung dimasak tanpa diolah terlebih dahulu?

Tidak disarankan karena mengandung HCN yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Setiap kali Anda menjalankan pra-pemrosesan untuk menghapus konten HCN.

Berapa lama rebung bisa disimpan di lemari es?

Rebung segar bisa bertahan hingga 1 minggu di lemari es jika dibungkus dengan benar dan tidak dicuci. Simpan dalam wadah berlubang agar sirkulasi udara baik.

Apakah olahan rebung bisa dibekukan?

Ya, rebung rebus bisa dibekukan hingga 3 bulan. Pastikan rebung dalam keadaan kering dan simpan dalam wadah kedap udara.

Bagaimana Anda tahu kalau rebung tidak berbau?

Mencium rebung setelah diolah, seharusnya tidak ada bau yang tidak sedap. Bentuk rebungnya juga akan agak lunak namun keras.

Apakah semua jenis rebung memerlukan persiapan khusus?

Ya, semua jenis rebung mengandung HCN dan memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Kadar HCN dapat berbeda-beda antar spesies, namun tetap perlu diuji keamanannya.

Bisakah air rebusan bambu didaur ulang?

Tidak disarankan menggunakan kembali air rebusan rebung karena mengandung HCN terlarut. Selalu gunakan air bersih untuk setiap proses penyeduhan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merebus rebung?

Setidaknya 15-20 menit untuk perebusan pertama, dan 10-15 menit untuk perebusan kedua. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 30-35 menit.

Bagaimana cara menyimpan rebung?

Olahan rebung dapat disimpan dalam wadah tertutup di lemari es hingga 3-4 hari. Untuk penyimpanan jangka panjang bisa dibekukan.

(brl/timah)



Resep Makanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *